Hembusan Angin...


Perjalanan waktu menghantar wasilah ini semakin menunjukkan existensinya menuju muara harap dan cita cita yang semakin hari semakin mendekat dari serangkaian harapan dan cita-cita futuhat para qiyadah sedari kecil lingkaran keajaiban tarbiyah itu di gelar di bumi nusantara hingga sampai di hadapan kini. Dari kecil dibangun, dari tidak memiliki apa-apa di pupuk, dari keterbatasan demi keterbatasan bangunan ini disiram, hingga buah keikhlasan dan kesabaran itu mampu dirasakan kini sebagai Rahmat dari Nya. Mari tanyakan pada mereka bagaimana sukarnya menanam, memupuk, menyiram, merawat bangunan dakwah ini. Mensejarahi perjuangan keseriusan mereka bagi kita adalah kemestian yang tidak boleh diabaikan begitu saja, memberikan hikmah pada kita bahwa, tidak mungkin bangunan jamaah ini dibangun dengan ketidak seriusan, tanpa ada kesadaran dan pengorbanan serta berfikir hanya akan melewati sedikit dan mudahnya beban.

Namun, semakin ia tinggi dan besar, maka angin yang berhembus pun akan terasa semakin kencang dan menghantam. Semakin ia tinggi semakin besar badai itu merobek bendera bangunan ini, semakin tumbuh maka semakin besar tantangan itu harus dihadapi, dan proses alam ini akan menghantarkan kita pada sebuah proses penilaian alamiah yang akan membuktikan siapa diantara mereka yang tetap dalam kesabaran dan keistiqomahannya atau siapa diantara mereka yang "ada" hanya disaat mudah saja serta "menghilang" saat harus melawan angin kencang dan badai yang menghantam.

”Kalau yang kamu serukan kepada mereka itu Keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak seberapa jauh, pastilah mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu Amat jauh terasa oleh mereka. mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah: "Jikalau Kami sanggup tentulah Kami berangkat bersama-samamu." mereka membinasakan diri mereka sendiri dan Allah mengetahui bahwa Sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta” (At-Taubah:42)

Ikhwah, makna lain itu bernama cobaan, karena besarnya pahala yang Allah berikan berbanding lurus dengan besarnya angin yang dihembuskan, dan Allah bila mencintai suatu jamaah dakwah maka Allah akan hembuskan ia dengan angin yang akan semakin kencang sebagai satu dari tanda cintanya yang Maha indah yang terkadang keluar dari konteks kemanusiaan kita. Bila kita benci dengan apa yang telah dihembuskan-Nya maka kita kan beroleh kebencian-Nya, namun sebaliknya pabila kita ridho dengan apa yang diujikan-Nya kepada kita, maka kita kan beroleh keridhoaan-Nya pula. Semoga kaki yang lemah ini ditopang dengan azzam yang kuat ditambah bumbu kebersamaan yang akan selalu bersama menahan dan bertahan dalam alunan perputaran roda jamaah ini yang akan selalu berputar menuju mihwarnya yang semakin hari semakin dinamis saja, yang semakin hari semakin menemukan jenis angin yang semakin beragam, yang semakin hari semakin terlihat sebenar-benarnya tantangan musuh-musuh itu, dan tentu semua itu memerlukan pensikapan yang bijak dari kita sebagai bagian darinya.

Allahumma innanasalukal shobron...

Farrosih

1 komentar:

Silahkan tinggalkan komentar